salam


Salam

Nabi SAW telah bersabda :

Sebaik-baik manusia, mereka yang lambat marah, cepat pula redanya.

Sejahat-jahat manusia, mereka yang cepat marah, lambat pula redanya.

( Rujukan : Muqaddimah – Menangani sifat marah – Dr Fadilah Kamsah )

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

kisah teladan

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.

Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan

makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,

Siapakah kamu?

Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).

Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis

buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,

Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah

seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?

Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?

Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah
baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sadaqah Jariah – Kebajikan yang tak berakhir.

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

Ingin berkongsi ilmu iaitu terdapat beberapa golongan yang akan di usir dari padang Mahsyar di atas perbuatan yang dilakukan ketika di dunia. Antara golongan itu ialah :

1- Mereka di usir berupa kera. Mereka adalah manusia yang suka mengadu domba.

2- Mereka di usir berupa bab*. Mereka adalah yang suka memakan barang yang haram.

3- Mereka dihalau dalam keadaan terbalik kaki di atas dan kepala di bawah. Mereka adalah dari golongan yang suka berdusta.

4- Mereka dihalau dalam keadaan bisu dan pekak serta tidak berakal. Mereka adalah dari golongan yang riak bangga diri dan sombong.

5- Mereka dihalau dalam keadaan mengunyah lidah sendiri sedangkan lidahnya itu menjulur ke bawah sampai ke dadanya dan dari mulut keluar nanah yang menjijikan. Mereka adalah ahli pidato yang ucapannya berlainan dengan perilakunya.

6- Mereka dihalau dalam keadaan tersalib di pohon kurma dari neraka. Mereka adalah menusia yang berusaha mengajak orang ramai untuk menyokong pemimpin yang tidak jujur.

7- Mereka dihalau dalam keadaan terpotong tangan dan kakinya. Mereka adalah orang-orang yang mengganggu jiran-jiran.

8- Mereka dihalau dalam keadaan buta. Mereka adalah golongan yang curang dalam menetapkan hukum.

9- Mereka dihalau dalam keadaan busuknya lebih busuk daripada bau bangkai. Mereka adalah orang yang gemar melepaskan nafsu syahwat dan menolak perkara wajib seperti zakat, puasa, tidak menjalankan kerja dakwah dan sebagainya.

10-Mereka dikumpulkan dalam keadaan memakai pakaian besi yang panas. Mereka ini adalah manusia yang syirik kepada Allah.

Marilah kita sama-sama renungi, adakah kita akan tergolong di antara golongan-golongan di atas???? Jika kita tidak mahu tergolong dengan mereka, maka perbaikilah diri kita dari sekarang sementara kita mempunyai hidup di dunia yang fana ini.

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki

Oleh: Ulis Tofa, Lc

1. perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai

dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk

laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi!

Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

2. perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

3. perempuan materialistis “Maaddiyah”

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

4. perempuan pemalas “uhmalah”

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

5. perempuan bodoh “ghobiyyah”

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

6. perempuan pembohong “kadzibah”

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan

umumnya berkhianat terhadap suaminya.

7. perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

8. perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

9. perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

10. perempuan murahan “mubtadzilah”

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

11. perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

12. perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”

Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

13. perempuan fanatis “mumillah”

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Sehingga,

tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan. Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak

disukai laki-laki:

Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. Al Nisa’:19)

Dan, karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam

13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

Oleh: DR. Amir Faishol

dakwatuna.com – *Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di

dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

1. laki-laki Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: *”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.* Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah.

Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: *”Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.” *

2. laki-laki  Kasar

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: *Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf* (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An-Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia.. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyiksa seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

3. laki-laki Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. *Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin* (Al Baqarah:34).

Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: *”Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.”*Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun.

Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

4. laki-laki Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya.

Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

5. laki-laki Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian.

Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna *qawwam* dalam firman Allah:

*arrijaalu qawwamuun alan nisaa’* (An Nisa’:34).

6. laki-laki Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah.. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman.

Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: *hal yakdzibul mukmin* (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami.

Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lebih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

7. laki-laki Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan.

Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

8. laki-laki Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Ketika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

9. laki-laki Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: *allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal* , kata *kasal*artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif.

Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami..

10. laki-laki yang Cuek Pada Anak

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw.

Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

11. laki-laki Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami.

Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya.

Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

12. laki-laki yang Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

13. laki-laki yang Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum,

orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam.

*Oleh: *DR. Amir Faishol

Fath <http://www.dakwatun a.com/author/ ustadz>* **

———— ——— ———

*

**<http://www.dakwatun a.com/2008/ 13-sifat- laki-laki- yang-tidak- disukai-perempua n\

/email/>

<http://www.dakwatun a.com/2008/ 13-sifat- laki-laki- yang-tidak- disukai-perempua n/p\

rint/>

http://www.dakwatun a.com/wp- content/uploads/ 2008/06/suami- istri.jpg*

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

From : mayafana@yahoo. com

PAHALA TERAKHIR SEORANG ISTERI

Kisah benar- petikan dari majalah NUR- cahaya keinsafan. Untuk renungan bersama… insyaAllah.. .Peristiwa yang menimpa diri saya kira-kira dua tahun yang lalu sering datang meragut ketenangan yang cuba di pupuk hari demi hari. Saya selalu kecundang. Justeru saya masih belum dapat memaafkan kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan yang disangka ringan, tetapi rupa-rupanya mendatangkan rasa bersalah yang tidak pernah berkesudahan hingga ke hari ini.Ingin saya paparkan peristiwa yang menimpa diri ini untuk tatapan anda sekalian, untuk dijadikan teladan sepanjang hidup. Untuk pengetahuan semua… … …

… .di kalangan sahabat-sahabat dan saudara-mara, saya dianggap sebagai seorang isteri yang baik. Tetapi keterlaluan jika dikatakan saya menjadi contoh teladan seorang isteri bekerja yang begitu taat berbakti kepada suami.

Walau bagaimana penat dan sibuk sekalipun, urusan rumahtangga seperti melayan suami dan menguruskan anak-anak tidak pernah saya abaikan.Kami dianggap pasangan romantik. Suami saya seorang lelaki yang amat memahami jiwa saya, berlemah lembut terhadap keluarga, ringan tulang untuk bersama-sama menguruskan rumah apabila pulang dari kerja dan lain-lain sifat yang baik ada pada dirinya.Waktu sembahyang dan waktu makan merupakan waktu terbaik untuk mengeratkan ikatan kekeluargaan dengan sembahyang berjemaah dan makan bersama. Pada waktu inilah biasanya beliau akan memberi tazkirah dan peringatan kepada kami agar menjadi hamba yang bertakwa.

Dari sudut layanan seorang isteri terhadap suami, saya amat memahami akan kewajipan yang harus ditunaikan. Itulah peranan asas seorang isteri terhadap suaminya. Allah menciptakan Hawa semata-mata unutk melayan Adam dan menghiburkannya. Meskipun syurga dipenuhi dengan kekayaan dan kemewahan, namun tidak mampu mengisi jiwa Adam yang kosong melainkan dengan diciptakan Hawa. Oleh itu saya menganggap tugas mengurus rumahtangga, mengurus anak-anak dan bekerja di pejabat adalah tugas nombor dua setelah tugas pertama dan utama, iaitu melayani suami.Sebagai seorang yang juga sibuk di pejabat, adakalanya rasa penat dan letih menghambat sehingga saya pulang ke rumah. Tetapi saya bersyukur kerana suami amat memahaminya. Berkat tolong-menolong dan bertolak-ansur, hal tersebut tidak pernah menjadi masalah di dalam rumahtangga. Bahkan sebaliknya menumbuhkan rasa kasih dan sayang antara satu sama lain kerana masing-masing dapat menerimanya dan mengorbankan kepentingan masing-masing.

Sehinggalah tiba pada satu hari yang mana pada hari itu datangnya ketentuan Allah yang tidak dapat diubah oleh sesiapa pun. Hari itu merupakan hari bekerja. Agenda saya di pejabat amat sibuk, bertemu dengan beberapa orang pelanggan dan menyelesaikan beberapa tugasan yang perlu disiapkan pada hari itu juga. Pukul lima petang saya bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Penat dan letih tidak dapat digambarkan. Apabila sampai di rumah, saya lihat suami telah pulang dari pejabat.Dia telah membersihkan dirinya dan sedang melayani anak-anak,bermain- main dan bergurau senda. Dia kelihatan sungguh gembira pada pada petang itu.

Saya begitu terhibur melihat telatah mereka, kerana suasana seperti ituj arang berlaku pada hari bekerja. Maklumlah masing-masing penat. Suami sedarsaya amat penat pada hari itu. Oleh itu dia meminta agar saya tidak memasak,sebaliknya mencadangkan agar kami makan di sebuah restoran makanan laut dipinggir bandar. Dengan senang saya dan anak-anak menyetujuinya. Kami pulang ke rumah agak lewat, kira-kira jam 11 malam. Apa tidaknya,kami berbual-bual panjang ketika makan, bergurau-senda dan usik-mengusik. Seperti tiada hari lagi untuk esok. Selain anak-anak,suami sayalah orang yang kelihatan paling gembira dan paling banyak modal untuk bercakap pada malam itu. Hampir jam 12 barulah masing-masing merebahkan badan di katil.

Anak-anak yang kekenyangan segera mengantuk dan lelap. Saya pun hendak melelapkan mata, tetapi belaian lembut suami mengingatkan saya agar tidak tidur lagi. Saya cuba menggagahkan diri melayaninya, tetapi hati saya hanya separuh saja jaga, separuh lagi tidur. Akhirnya saya berkata kepadanya sebaik dan selembut mungkin, “Abang, Zee terlalu penat,” lalu saya menciumnya dan memberi salam sebagai ucapan terakhir sebelum tidur.Sebaliknya suami saya terus merangkul tubuh saya. Dia berbisik kepada saya bahawa itu adalah permintaan terakhirnya. Namun kata-katanya itu tidak meresap ke dalam hati saya kerana saya telah berada di alam mimpi.Suami saya perlahan-lahan melepaskan rangkulannya.

Keesokannya di pejabat, perasaan saya agak tidak menentu. Seperti ada perkara yang tidak selesai. Saya menelefon suami, tetapi tidak berjawab.Sehinggala h saya dapat panggilan yang tidak dijangka sama sekali – panggilan dari pihak polis yang menyatakan suami saya terlibat dalam kemalangan dan dikehendaki datang segera ke hospital. Saya bergegas ke hospital,tetapi segala-galanya sudah terlambat. Allah lebih menyayangi suami saya dan saya tidak sempat bertemunya. Meskipun redha dengan pemergian suami,tetapi perasaan terkilan dan bersalah tidak dapat dikikis dari hati saya kerana tidak melayaninya pada malam terakhir kehidupannya didunia ini.Hakikatnya itulah pahala terakhir untuk saya sebagai seorang isteri. Dan yang lebih saya takuti sekiranya dia tidak redha terhadap saya pada malam itu,maka saya tidak berpeluang lagi untuk meminta maaf d aripadanya.

Sabda Rasulullah s.a.w, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya,tiada seorang suami yang mengajak isterinya tidur bersama di tempat tidur,tiba-tiba di tolak oleh isterinya, maka malaikat yang di langit akan murka kepada isterinya itu, hingga dimaafkan oleh suaminya.”

Sehingga kini,setiap kali saya terkenang kepadanya, air mata saya akan mengalir ke pipi.Saya akan bermunajat dan mohon keampunan daripada Allah.Hanya satu cara saya fikirkan untuk menebus kesalahan itu, iaitu dengan mendidik anak-anak agar menjadi mukmin sejati. Agar pahala amalan mereka akan mengalir kepada ayah mereka. Hanya itulah khidmat yang dapat saya berikan sebagai isterinya

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

From :bawangoreng@ gmail.com

Tazkirah: Kelebihan mengingati mati

Assalamualaikum dan salam persaudaraan,


Setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, sesungguhnya kematian tetap akan menjemput insan untuk kembali kepada penciptanya. Sekuat manapun kita lari, sejauh manapun kita cuba hindari, namun kematian akan tetap mengekori kita.

Sampai waktu dan ketikanya, kita tetap akan pergi jua. Betapa kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, iaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali, andainya manusia sedar hakikat tersebut, nescaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak dapat melihat kehadirannya. Sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.

Sebenarnya manusia itu sedar bahawa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu tabii biasa sebagai pendapat golongan atheist, dan tidak kurang pula orang yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebabnya yang zahir sahaja.

Dia mengambil logik bahawa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam dan lain-lain lagi. Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut sentiasa berlegar di sekeliling manusia, mengenal pasti dan memerhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat.

Tepat pada waktu

Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut. Namun ajal tidak mengenal orang yang sihat, ataupun orang-orang mewah, yang sedang hidup rehat dibuat kesenangan.

Malaikat maut datang tepat pada waktunya, tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang, atau sedang mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak tertangguh walau sesaatpun.

Walau bagaimanapun ada ketikanya Allah jadikan pelbagai sebab bagi sesuatu kematian, yang demikian itu ada hikmah di sebaliknya. Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi Rahmat bagi orang beriman dan sabar, kerana Allah memberi peluang dan menyedarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan untuk menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi seorang yang muflis di akhirat kelak. Begitu juga orang yang mati mengejut disebabkan kemalangan, ia menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa waspada dan tidak lalai dari usaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan.

Di kalangan orang soleh, sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahawa Allah masih menyayanginya. Kerana betapa malangnya bagi pandangan orang-orang soleh itu jika Allah mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amaran terlebih dahulu. Seolah-olah Allah sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah tidak beri amaran terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat seperti tidak menyedari adanya bahaya di hadapannya, jika tiada amaran terlebih dahulu, nescaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya.

Malaikat maut mengadu kepada Allah, betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam, dia mungkin dicemuh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang akan menyebabkan orang berdukacita kerana kehilangan keluarga, sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka. Diriwayatkan bahawa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam, sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka.

Ajal ketetapan Allah SWT

Apabila berlaku kematian, mereka akan berkata bahawa si anu itu mati kerana menghidap sakit, ataupun mereka kerana mendapat kemalangan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu. Namun hakikatnya bahawa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali lagi. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahawa kematian pasti tiba pada saat yang telah ditetapkan. Izrail hanyalah tentera Allah yang menjalankan tugas seperti yang telah diamanahkan kepadanya. Walau bagaimanapun adalah menjadi hak Allah untuk menentukan kematian seseorang itu sama ada bersebab atau tidak. Sebagaimana yang dinyatakan pada awal tulisan ini, bahawa ada ketikanya malaikat maut datang hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan seronok bergelak ketawa, hingga malaikat maut merasa hairan terhadap manusia itu.

Ini membuktikan bahawa kematian itu tidak pernah mengenal, sama ada seseorang yang sedang sakit ataupun ketika sihat dan segar bugar. Firman Allah SWT yang bermaksud, “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila telah datang waktunya (ajalnya) mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mencepatkannya. ” (Surah Al-A’raaf, ayat 34).

Semoga kita semua tergolong dalam golongan orang yang mendapat perlindungan- Nya selalu. Amin.

Sumber: Mohd Huzairi Zainuddin, Perunding Motivasi

– BawangGoreng –

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

http://bawangorengn et.blogspot. com

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Hadith Nabi s.a.w.:

Daripada Salman bin ‘Amir r.a., Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Sedekah kepada golongan miskin, ganjarannya hanyalah sekadar pahala sedekah; sedangkan sedekah kepada mereka yang mempunyai hubungan silaturrahim terdapat dua ganjaran, iaitu pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan silaturrahim. “

Hadith riwayat al-Tirmizi

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

From : e_belang@yahoo. com

sekadar memanjangkan. .

Hassan al-Basri vs Harun ar-Rashid (hidayahnet)


Daripada Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. berkata, “Telah menasihati kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan menitiskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah pesanan kepada kami.” Lalu baginda pun bersabda, “Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang meminpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya daripada kamu pasti ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat pimpinan ke jalan yang benar) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru (bid’ah) yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat.”


============ ========= ========= ========= ========= ========= ====


Sewaktu menjelang hari perlantikan Harun Al Rashid menjadi khalifah, dia telah mengarahkan seorang Menterinya untuk mengutus surat jemputan kepada rakan-rakan rapatnya ke majlis meraikan perlantikannya. Dalam majlis tersebut, rakan-rakannya akan diraikan oleh Harun Al Rashid dengan jamuan yang lazat-lazat. Harun Al Rashid juga menghadiahkan kepada mereka dengan hadiah yang cantik dan mahal di penghujung majlis. Antara yang dijemput ialah Hasan Al Basri.


Setelah tarikh majlis keraian tersebut menjelang, kesemua jemputan pun hadir. Seperti dirancang, mereka diraikan dengan jamuan yang enak dan lazat, serta dihadiahkan dengan barangan yang cantik dan mahal di penghujung majlis. Setelah hadirin bersurai, Harun Al Rashid mendapati ada satu hadiah yang masih tinggal dan tidak diberikan kepada jemputan. Maka bertanyalah Harun Al Rashid kepada Menterinya.


Harun Al Rashid : Milik siapakah hadiah ini ? Apakah masih ada jemputan yang belum menerimanya ? Atau jemputan tersebut tidak sudi menerima hadiah ku ini ? Atau apakah ada jemputan yang tidak hadir ?


Menteri : Wahai khalifah, sebenarnya ada seorang jemputan yang tidak hadir. Maka dengan itulah terdapat satu lagi hadiah yang tinggal.


Harun Al Rashid : Siapakah jemputan yang tidak hadir tersebut ?


Menteri : Hassan Al Basri, wahai khalifah.


Harun Al Rashid terdiam sejenak setelah nama Hassan Al Basri disebut. Setelah berfikir sejenak, maka dia pun berkata kepada Menterinya.


Harun Al Rashid : Akan aku tulis surat peribadi ku khas untuk Hassan Al Basri. Mungkin kerana dia seorang berilmu tinggi, maka dia inginkan jemputan khusus dan majlis untuknya yang khusus, baru dia senang menerima hadiah anugerah ku. Setelah ku tulis surat itu, kau pergilah ke madrasahnya dan serahkan sendiri surat itu ke tangannya.


Harun Al Rashid pun menulis surat tersebut dan mengarahkan Menterinya untuk menyerahkan sendiri ke tangan Hassan Al Basri. Sang Menteri pun segera bertolak ke Madrasah Hassan Al Basri membawa surat tulisan tangan Harun Al Rashid, sambil diringi beberapa orang pegawai istana.


Sewaktu Menteri tersebut sampai ke Madrasah, Hassan Al Basri sedang memberikan kuliah pengajian kepada murid-muridnya. Menteri tersebut terus berjalan menuju ke pintu madrasah.Hassan Al Basri, sewaktu terpandang Menteri dari istana datang menuju ke tempatnya berubah riak muka Hasan Al Basri. Dia terus memalingkan mukanya dari Sang Menteri dengan riak muka yang marah dan benci.


Menteri : Assalamu a’laikum wahai Hassan Al Basri


Tiada jawapan dari Hassan Al Basri. Malah Hassan Al Basri meneruskan saja memberikan kuliah kepada murid-muridnya sambil memalingkan mukanya dari Sang Menteri. Seolah-olah Sang Menteri tidak wujud di situ.


Menteri : Assalamu a’laikum wahai Hassan Al Basri


Sang Menteri memberi salam buat kali ke-2.


Masih tiada jawapan dari Hassan Al Basri. Malah Hassan Al Basri meneruskan saja memberikan kuliah kepada murid-muridnya. Murid-muridnya juga berasa kehairanan.


Menteri : Assalamu a’laikum wahai Hassan Al Basri. Kedatangan ku membawa surat peribadi milik Khalifah Harun Al Rashid.


Sang Menteri memberikan salam buat kali ke-3.


Maka berkatalah salah seorang murid tua kepada Hassan Al Basri.


Murid : Wahai tuan guru, ada Menteri diutuskan khalifah kepada Tuan, membawa surat dari khalifah.


Setelah mendengar kata-kata muridnya, barulah Hassan Al Basri menjawab salam Menteri tersebut.


Hassan Al Basri : Salam (Jawab Hassan Al Basri ringkas dengan nada yang marah). Untuk apa kau ke mari ?


Menteri : Kedatangan ku membawa surat peribadi tulisan tangan khalifah buat mu. Aku harap kau terimalah surat ini.


Jawab Menteri, sambil menghulurkan surat tersebut kepada Hassan Al Basri. Hassan Al Basri apabila dihulurkan surat tersebut, dengan segera mengelak dan menepis, agar surat tersebut tidak menyentuh dirinya.Hal ini juga mengejutkan murid-muridnya.


Murid : Wahai Tuan guru, apakah surat ini bernajis sehingga kau enggan menerimanya ? Kasihanilah Menteri ini kerana dia hanya menunaikan arahan Tuannya. Nanti dia pasti akan dihukum kerana kegagalannya menyampaikan surat Tuannya.


Hassan Al Basri : Kalau begitu kau saja yang baca surat ini. Biar ku dengar.

Maka muridnya pun mengutip surat tersebut yang jatuh ke lantai Madrasah. Lalu dibuka surat tersebut dan dibaca.


Salam sejahtera buat sahabat ku, Sheikh Hassan Al Basri.


Tujuan ku tulis surat ini, adalah untuk menjemput mu ke majlis meraikan perlantikan ku sebagai khalifah. Mungkin engkau sibuk sewaktu hari pertama perlantikan ku, maka engkau tidak sempat hadir ke majlis tersebut. Maka atas dasar persahabatan kita, maka akan ku adakan sekali lagi majlis keraian tersebut hanya buat mu. Akan ku jamu engkau dengan hidangan yang enak dan lazat. Dan akan ku anugerahkan kepada mu hadiah yang cantik dan mahal. Aku harap engkau akan hadir ke istana ku esok hari untuk majlis ini.


Sekian.


Daripada Khalifah Umat Islam, Khalifah Harun Al Rashid


Dengan riak muka yang marah, dan nada yang tegas Hassan Al Basri mengarahkan muridnya.


Hassan Al Basri : Kau tulis jawapan ku kepada Harun Al Rashid dibelakang suratnya.


Salam,


Harun,


Apakah kau sangka dengan menjamu aku dengan hidangan enak dan lazat, serta anugerah hadiah yang mahal, mampu menjadikan aku menyokong perbuatan mungkar mu ?


Tahukah kamu, perbelanjaan majlis meraikan perlantikan mu sebagai khalifah, datangnya dari pembiayaan Baitul Mal ? Engkau tergamak menggunakan harta Baitul Mal yang hakikatnya milik rakyat bagi membiayai majlis peribadi mu. Kau nafikan hak rakyat yang fakir dan miskin, anak-anak yang yatim dan piatu serta janda-janda yang tiada tempat bergantung. Kau biarkan mereka tidur dalam kelaparan bersama fikiran yang rungsing memikirkan, “Dimanakah akan ku cari rezeki keesokan hari ?”


Di waktu yang sama, kau menjamu sahabat-sahabat mu dengan hidangan yang enak dan lazat walaupun mereka mampu mengenyangkan diri mereka sendiri dengan kekayaan mereka. Di waktu yang sama, kau anugerahkan mereka dengan hadiah yang mahal-mahal, sedangkan rakyat mu ada yang daif dalam kemiskinan. Kehidupan mereka tenggelam dalam lautan air mata penderitaan dan kesedihan akibat kemiskinan.


Belum pun genap sehari engkau menjadi khalifah, sudah banyak dosa yang telah engkau lakukan. Amanah rakyat telah engkau khianati. Apatah lagi jika semakin banyak dan lama hari engkau memerintah, maka akan semakin banyaklah dosa dan kemungkaran yang bakal engkau lakukan.


Apakah untuk ini engkau dijadikan Allah ?


Mulai saat ini, jangan sesekali engkau melafazkan bahwa Hassan Al Basri adalah sahabat mu. Mulai hari ini dan saat ini, ku putuskan persahabatan ku dengan mu !!!


Sekian.


Hassan Al Basri


Tersentuh hati Menteri mendengar ketegasan jawapan yang dilafazkan oleh Hassan Al Basri. Setelah murid Hassan Al Basri selesai menulis jawapan gurunya, surat tersebut pun diserahkan kepada Menteri untuk dikembalikan kepada Harun Al Rashid.


Hassan Al Basri : Ambillah surat ini dan kembalikannya kepada Tuan mu.


Menteri itu pun mengambil surat tersebut dan berlalu. Kata-kata Hassan Al Basri terus bermain di dalam hati dan fikirannya. Kini hatinya menjadi rungsing. Dalam perjalanan pulang ke istana, dia melalui pasar jualan. Di hentikan kudanya, dan turun sambil diiringi pegawai-pegawai yang mengikutinya. Lalu bekatalah Menteri tersebut kepada para pedagang di pasar itu.


Menteri : Wahai para saudagar, mahukah kamu membeli jubah yang kupakai ini ? Jubah yang bermutu tinggi, lagi ranggi dan cantik ini merupakan anugerah Khalifah kepada ku sebagai salah seorang Menteri di istana. Akan ku jualkan kepada mu dengan harga yang murah.


Para pedagang di pasar tersebut berasa hairan dengan kata-kata menteri tersebut. Berkatalah salah seorang daripada mereka.


Pedagang : Mengapa engkau ingin menjual jubah kebesaran mu itu ? Berapakah harganya ?


Menteri : Mengapa ingin ku jualkannya, adalah urusan ku dengan Tuhan ku. Harganya amat

murah. Aku hanya memerlukan pakaian yang diperbuat dari kain yang kasar seperti yang dipakai oleh ahli sufi.


Maka urusniaga itu pun berjalan lancar antara Menteri dan saudagar di situ. Setelah Menteri mengenakan jubah dari kain yang kasar, dia pun kembali ke istana untuk mengembalikan surat dari Hassan Al Basri. Setibanya Menteri di istana, dia terus pergi menemui khalifah dengan pakaiannya yang kasar dan murah. Harun Al Rashid tersentak kehairanan, melihat Menterinya berpakaian demikian. Lalu dia bertanya kepada Menteri.


Harun Al Rashid : Mengapa engkau berpakaian demikian ? Ke manakah perginya jubah kebesaran mu sebagai seorang menteri di istana ku ?


Menteri : Wahai khalifah. Sekembalinya aku dari Madrasah Hassan Al Basri, aku telah membuat keputusan untuk meletakkan jawatan ku sebagai Menteri. Maka ku tukarkan jubah kebesaran seorang menteri anugerah mu kepada pakaian yang kasar dan murah ini. Anggaplah aku membawa surat jawapan Hassan Al Basri merupakan tugas dan khidmat ku yang terakhir buat mu. Kerana selepas ini, aku akan mengikuti tuan ku yang baru, iaitu Tuan Hassan Al Basri. Agar aku dapat dididik untuk mentaati Allah dan Rasul Nya.


Menteri itu pun menyerahkan surat jawapan Hassan Al Basri kepada Harun Al Rashid dan terus berlalu dari situ. Menteri itu telah pergi ke Madrasah Hassan Al Basri dan menjadi salah seorang muridnya.Harun Al Rashid, setelah menerima surat jawapan dari Hassan Al Basri, terus membuka dan membacanya. Tersentaklah Harun Al Rashid buat kali kedua di hari itu. Tidak disangka oleh Harun Al Rashid, jawapan yang diberikan oleh Hassan Al Basri amat tegas. Jawapan Hassan Al BAsri telah menyebabkan Harun Al Rashid menangis dan terus menangis. Tangisan keinsafan.


Di beritakan, Sesudah peristiwa itu, Harun Al Rashid akan meletakkan surat Hassan Al Basri di sebelahnya sewaktu solat. Sesudah selesai solat, Harun Al Rashid akan membaca surat jawapan Hassan Al Basri dan terus menangis. Dia melakukan ini sehinggalah beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dia menjadikan surat tersebut sebagai peringatan buat dirinya yang sering lupa agar dia tidak tergelincir dalam pentadbirannya. Maka tidak hairanlah, Harun Al Rashid merupakan salah seorang khalifah Abbasiah yang yang dikenali kewarakannya.

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

From :

19 Jul 08 06:41 WIB

Oleh Astri Kuntadi

Siang itu saya didatangi dua orang sahabat, mantan teman sekerja di Jogjakarta. Kami melepas rindu saling bercerita silih berganti dengan antusiasme tinggi mengenai keadaan kita masing masing saat ini. Maklum 2 th lebih kita dipisahkan oleh cita masing masing. Segelas es syrup dan segenggam kacang goreng yang setia menemani perbincangan kita, menambah harmonis nya suasana siang yang terik itu.

Lambat laun perbincangan mengarah juga ke masalah jodoh. Kebetulan salah seorang sahabat tersebut masih single meskipun usianya sudah lebih dari 35 th, usia ‘rawan’ untuk wanita menurut sebagian orang bila belum juga menikah. Seribu tanya mulai terlontar dalam benakku, bukankah Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan berpasang pasangan? Bukankah jodoh itu memang telah digariskan Tuhan, lantas mengapa ada hambanya yang setidaknya kasat mata telah memenuhi syarat untuk menikah belum juga dipertemukan dengan jodohnya? Bahkan ada yang sampai meninggalkan kefanaan dunia tanpa pendamping semasa hidupnya. Apakah ada manusia yang memang ditakdirkan untuk tidak menikah?

“Hei, kok melamun!”, teguran sahabatku itu menyadarkanku. ”Eh enggak ini kacang gorengnya renyah banget ya…, ” jawabku asal saat itu, tidak enak hati karena dia lah yang sedang aku lamunkan. Berhubung pertanyaan seputar jodoh masih saja berkecamuk di kepala, akhirnya dengan hati-hati kutanyakan juga pada sahabatku itu. ”Iya nih, belum ketemu jodoh, ”jawabnya enteng saat kutanyakan mengapa masih juga sendiri. ”Tolong carikan dong….yang sholeh, yang ganteng, yang pinter dan kaya ya, ”rajuknya menambahkan.

Waduh! Pikirku, apakah ini ya yang membuat sebagian orang sulit jalannya menemukan jodoh? Mereka mematok kriteria yang cukup tinggi dalam menentukan pasangan hidupnya. Meskipun sah sah saja dan memang harus begitu ya. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik. Tapi kembali lagi pada kenyataan, apakah benar ada manusia yang sesempurna itu?

Melihatku terpaku dengan pikiranku sendiri, kembali sahabatku tidak membiarkanku melamun berlama lama. ”Aku sudah berusaha, sudah banyak cara aku tempuh dalam usaha mencari pendamping hidupku ini, siapa sih yang ingin hidup sendiri, sementara teman teman yang lain banyak yang sudah menimang anak, bahkan dua seperti kamu ini ”ujarnya dengan mimik serius. ”Manusia itu kan tugasnya hanya ikhtiar dan berdoa, tawakal, kemudian sisanya terserah Allah yang memutuskan. Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan pastilah tidak sebatas hanya di dunia saja, kalau jodoh itu belum didapat di dunia ini, mungkin saja sudah dipersiapkan jodoh di akhirat nanti. Allah lebih tahu hikmah dari sebuah peristiwa, ”tambahnya dengan senyum penuh arti.

Saya salut akan jalan pikirannya yang amat positif menerima ketentuan Allah. ”Tapi apakah bisa dibilang hidupmu belum sukses karena belum berkeluarga? ”tanyaku ingin menggali lebih dalam sejauh mana kepiawaiannya memaknai kesabaran. ”Kesuksesan dalam hidup ini menurutku bukan tergantung seseorang mempunyai jodoh atau tidak di dunia ini, atau pangkat yang tinggi atau uang yang banyak, tetapi siapa yang nantinya dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka mereka itulah orang-orang yang sukses, yang menang, ”jawabnya. ”Janganlah kita hidup di dunia ini untuk menderita di akhirat nanti, sayang sekali kan, ”tambahnya. Saya hanya bisa mengangguk-angguk kagum.

Kuteguk es syrup yang tinggal setengah gelas, sejuknya menyelimuti kerongkongan, segarnya melenyapkan dahaga. Entah mengapa perbincangan siang itu membawa nuansa lain untukku dalam menyikapi kehidupan. Ada manusia yang belum juga menikah meski berusia lanjut dan terlihat menderita sekali hidupnya, kesepian dan tak jarang berperangai kurang menyenangkan bagi sekelilingnya.

Ada juga yang ridho menerima ketetapan Illahi, senantiasa positif thinking kepQS. Al-Baqarah/2: 216 yang artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;” ada Allah. Sebetulnya manakah yang harus dipilih? Sejenak bila kita renungkan baik baik Pastilah insya Allah kita akan ringan menjalani setiap ketetapan dari Allah sang Maha Penyayang. Juga mengenai perihal perjodohan, yakinlah bahwa itu menang di tangan Tuhan.

============ ========= ========= ========= ========= ========= =

From : Shania Opal@

RENUNGAN BERSAMA…. SEMUA orang tahu racun sangat berbahaya. Jangankan racun, keracunan makanan pun ditakuti.

Bagaimanapun, tidak ramai orang yang tahu betapa bahayanya dosa. Ia lebih berbahaya daripada racun.

Dosa membuatkan seseorang merana di dunia dan akhirat. Paling teruk kalau terminum racun orang akan mati tetapi bahaya dosa orang akan dibakar di neraka dan sebelum dibakar api neraka, orang berdosa ini terlebih dulu membakar yakni menyusahkan orang lain di dunia.

Ada orang kata dosa adalah soal peribadi masing-masing, buat masing-masing tanggung, jaga kubur masing-masing.

Sangat tidak betul kata-kata itu. Kubur kita orang lain yang gali manakala kubur orang lain terkadang kita yang kena uruskan.

Maknanya dosa yang kita lakukan akan menyusahkan orang lain. Peminum arak rasa itu perbuatan peribadi, duit dia dan kalau mabuk dia yang terhoyong-hayang.

Memanglah duit dia tetapi jika dah mabuk dia langgar orang, dah berapa ramai mangsa kemalangan angkara pemabuk. Rumah tangga lintang pukang dek kerana arak. Kan menyusahkan orang tu.

Antara bahaya dosa yang banyak itu ialah:

(1) Akan dicabut daripadanya nur iaitu cahaya dan seri keimanan terutama apabila melakukan dosa besar. Muka yang tidak pernah dibasahi air wuduk akan kehilangan serinya. Wajah inilah yang akan menerangi anggota wuduk di akhirat nanti.

(2) Tertutup daripada kebenaran. Maknanya pendosa mana baik dan buruk tetapi tak ikut kebaikan, dia tahu yang buruk tetapi tidak dapat meninggalkannya.

(3) Hilang rasa spontan terhadap amal kebaikan dan ganjaran serta tawaran pahala. Bila sebut syurga dia tidak teringin, bila disebut neraka tidak takut apa pun malah mengejek masuk neraka bukan seorang.

(4) Berat dan payah benar apabila ingin beramal sebaliknya mudah dan ringan apabila diajak melakukan dosa dan maksiat.

Menurut ibnu al Qayyim, sesiapa yang melakukan dosa pada waktu malam, dia amat berat untuk melakukan amal pada siang kerana dosa yang dilakukan pada waktu malam menghalang beramal dan begitulah sebaliknya.

(5) Dosa membuatkan hati jadi keras dan degil. Payah benar nak dengar nasihat. Dia nasihat orang boleh tapi sangat berat bila ditegur. Suka bertekak, berbalah dan tidak menghormati orang lain. Bahasanya kasar dan tidak menghormati perasaan orang lain.

(6) Dosa derhaka kepada orang tua boleh berjangkit kepada anak-anak.Allah membalas dengan tindakan anak yang akan menyakitkan hatinya sebagaimana dia menyakiti ibubapanya.

(7) Dosa menjadi hijab doa payah diterima Allah. Ada riwayat yang menyatakan sesiapa makan makanan haram, doanya tidak diterima Allah selama 40 hari.

(8) Terkadang dosa menjadi penghalang daripada mendapat dan menemui jalan penyelesaian.

(9) Dosa menjadi penyebab turunnya bala Allah. Ada satu hadis, Rasul bersabda yang maksudnya apabila nampak sangat zina dan riba, sesungguhnya mereka mengizinkan Allah menurunkan azab.

Advertisements

One thought on “salam

  1. ass war wab
    berbuatlah indentik dengan ucapan karna ada recorder
    saudara kita ( malaikat Roqib & Atithid )hingga akhir
    hayat( sakaratul maut ) insya Allah selamat addunya
    walakhirah aaaaamin…..Yarobbal Alamin
    wassalam war wab

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s