kehidupan


salam buat semua,…

sesungguhnya hidup kita ini adalah dalam arrahman dan arrahimNya Allah swt,..

dalam cinta allah,.. kerana itu mengikut ilmu tasawuf,.. cinta allah tak perlu dicari sebaliknya perlu dirasai,..

kita sememangnya dalam cinta allah,.. betapa allah menyayangi kita, maka diberiNya kita ujian,.. betapa allah mencintai kita, maka kita diberi nikmat,.. segala apa yang diberi allah dalam hidup kita,.. itu adalah bukti cinta allah,..

allah menjadikan seseorang itu buta,.. kerana cintaNya pada orang itu,.. tatkala hati dia lara mempersoalkan kenapa dia Allah jadikan tidak dapat melihat sedang orang lain dianugerahkan penglihatan yang dapat melihat betapa indahnya dunia ini,.. namun, saat hatinya sedar betapa nanti di akhirat sana,.. tika semua insan disoal dan dipertanggungjawabkan atas nikmat mata, di jalan mana ia digunakan,.. maka hatinya bersyukur kerana tidak perlu melalui proses hisab yang panjang,..

apabila seseorang diuji dengan poligami,.. hati merintih mengapa dia diberi ujian sedemikian sedang orang lain bahagia diulit suami,.. dia, sudahlah diuji dengan poligami, suaminya pula tidak mampu adil dan berat sebelah, nampak hanya cantiknya madu,..

lalu, bila nanti diakhirat sana,.. tatkala semua hati di hisab dengan sesuatu yang sebesar zarahpun,.. namun, bila sampai pada dirinya,.. dengan keadaan ketidakadilan yang diterimanya namun , dia mampu redho,..

lalu allah terus masukkan dia dalam syurgaNya berbanding insan yang monogami dan sentiasa dibelai suami,..

saat itu,.. hatinya sangat bersyukur ,.. andai allah tidak anugerahkan ujian poligami dan suami yang menzalimi,.. belum tentu dia insaf dan sedar betapa semua ini hanyalah fatamorgana dunia yang fana sahaja…
itu bagi orang yang mampu menguasai nafsunya,. lalu ia redho..

allah tidak memandang betapa berat ujian , dugaan atau bala yang diterima seseorang kerana itu semua adalah dariNya,.. Dia yang mengizinkan,.. Dia yang mengaturkan sesuatu itu berlaku,..

tetapi allah memandang apa respon hati dan diri seseorang pada semua ujian itu,.. baik ia bertimpa-timpa atau sekali sekala,..

adakah hati itu mampu redho atau sentiasa berkeluh kesah,..

hati yang tidak mampu redho dengan ikhlas sebaliknya sering mempertikaikan kenapa suami melayannya begini dan begitu,,,.. kenapa madu mendapat lebih dari dirinya…. sebenarnya itu lah hati yang masih lagi bergelumang dalam tingkatan nafsu yang paling bawah,..

sedang untuk redho, dia perlu berada dalam tingkatan nafsu yang jauh lebih tinggi,..

lalu di sinilah kekuatan kita diperlukan untuk sentiasa berinteraksi dengan allah dan membuka hijab hitam yang meyelubungi hati kita..

lalu berlakulah proses tingkatan nafsu sehingga diri kita berada di takuk nafsu yang paling atas,..

dan bila tiba saat itu, berulang lah kisah zulaikha dan yusuf,.. setelah mereka bergelar suami isteri,..

kita dah tenggelam dalam cinta allah dan tidak lagi endah apakah hak kita dipenuhkan suami atau tidak,.. kerana kita yakin walau apa layanan suami terhadap kita,.. ia berlaku dengan izinNya.. lalu kita redho,,

bukalah hijab hati dengan istighfar…


Sedih. Itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan pemakaman the King of Pop, Michael Jackson yang begitu gegap gempita di televisi-televisi kita sepanjang hari kemarin. Beberapa stasiun tv bahkan bela-belain menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat Indonesia yang rela menahan kantuk demi menyaksikan acara itu.

Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, wafat akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di televisi-televisi Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya.

Marwa ditikam di ruang sidang kota Dresden , Jerman saat akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan kaparat keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden .

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita kemarin cuma dijejali dengan pemberitaan seputar pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangis kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa … karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya. Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu.

Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …

bahan ini di terima dari seorang ikhwah, Puan Norsalnizah, Jalan Duta KL. Rasanya amat baik untuk dikongsikan bersama.

cinta itu sangat penting dalam kehidupan dan ia fitrah manusia…

namun, ramai yang kecundang dalam percintaan dan ia mengundang pelbagai penderitaan dan trauma perasaan,..

ada yang memegang konsep cinta itu buta,.. cinta itu segalanya..

apa yang sepatutnya ada pada percintaan?

rasanya, semua mahu bercinta, mencinta dan dicintai,.. adat orang bercinta mahu bersama, menyentuh dan memadu asmara.. semuanya mengharapkan agar cintanya berkekalan  hingga ke akhir hayat,..

bangun sahaja dari tidur, yang pertama diingati adalah kekasih hati,.. seharian berjaga yang bermain di mata dan fikiran hanyalah yang dicintai,.. sebelum memejamkan mata.. yang mnjadi rindu bayangan tetap yang bertakhta di hati…

lalu, mengapa bila diijabkabulkan ,.. tiba- tiba sidia yang selama ini menjadi pujaan hati,..angauan jiwa,.. eh..eh.. rupanya bukan pasangan yang dimahukan,..

hati tiba-tiba menjadi hambar,.. cinta terus sirna. layanan pun kasar,.. suara meninggi sahaja.. memandang wajahpun tidak mahu,..

semua ini adalah realiti,.. statistik perceraian semakin meningkat ,. tahun demi tahun.

sebenarnya,.. inilah risiko bercinta sebelum kahwin..

Artikel menarik dan wajib baca dari CheAhmad.blogspot.com . Memetik sedikit perengganan dari blog ini :

Di kala engkau kecewa, pilu, sebak, dan berasa putus asa dengan ujian yang kecil berbanding dengan ujian yang dihadapi Rasulullah SAW; Dalam memikul amanah sebagai manusia pilihanNya, tatkala Baginda berasa keliru, takut, dan lemah ketika menerima perintah Allah yang dipertuturkan oleh Jibril AS kepada Baginda; Maka di kala itu, jalan manakah yang engkau akan pilih?

Jalan durhaka atau jalan keinsafan? Adakah engkau memilih untuk menzalimi diri sendiri dengan kekecewaaDi kala engkau kecewa, pilu, sebak, dan berasa putus asa dengan ujian yang kecil berbanding dengan ujian yang dihadapi Rasulullah SAW; Dalam memikul amanah sebagai manusia pilihanNya, tatkala Baginda berasa keliru, takut, dan lemah ketika menerima perintah Allah yang dipertuturkan oleh Jibril AS kepada Baginda;

Maka di kala itu, jalan manakah yang engkau akan pilih? Jalan durhaka atau jalan keinsafan? Adakah engkau memilih untuk menzalimi diri sendiri dengan kekecewaan yang kau biarkan berlarutan dan berlebihan? Atau, adakah engkau memilih untuk menyuburkan jiwa engkau dengan rasa insaf dan bersangka baik terhadap ketetapanNya?n yang kau biarkan berlarutan dan berlebihan? Atau, adakah engkau memilih untuk menyuburkan jiwa engkau dengan rasa insaf dan bersangka baik terhadap ketetapanNya?

Untuk artikel penuh, klik di sini untuk artikel penuh : http://cheahmad.blogspot.com/2009/10/muhasabah-cinta.html.

bismillahirrahmanirrahim,..

dari asal kejadian kita,..hinggalah kita dibentuk dan diberi roh oleh yang maha pencipta,..kita telah ditetapkan qada dan qadarnya,.. perjalanan hidup kita telah tertulis lama sebelum kita dilahirkan,..

Dia yang maha agung,.. Dia yang maha berkuasa,.. kita hanyalah hamba.. setiap perjalanan hidup kita ditentukan olehNya.. walau apa sekalipun corak cerita hidup kita itu, dia yang tentukan,..Dia yang izinkan, bukannya kita,.. kita langsung tidak tahu apa-apa hatta apa yang akan berlaku seminit mendatang,.. cuma yang menentukan bagaimana kita harus lalui hidup itu , barulah terletak pada tangan kita,..

adakah setiap ujian tuhan kita lalui dengan penuh keinsafan bahawa kita hanya hambaNya, menjalani hidup mengikut ketentuan raja kita,.. atau kita rasa yang kita ni besar,.. rasa kita dizalimi,.. rasa diri kita teraniaya,.. rasa diri kita menjadi mangsa,.. rasa diri kita menjadi korban,.. terpaksa melakukan banyak pengorbanan… itu semua adalah pada diri kita..

tuhan akan tetapkan satu kehidupan untuk kita,.. baik ia buruk atau ia baik,..baik ia sengsara atau derita, .. baik ia manis atau pahit,.. itu adalah ketentuanNya..

manakala kita yang jadikan kehidupan kita itu mengikut acuan kehendak hati kita,.. adakah ujian tuhan itu kita jadikan ia pahit,..maka pahitlah ia,.adakah kita jadikan ia sengsara , maka sengsaralah hidup kita,..adakah kita jadikan yang kita bernasib malang diuji begitu, maka malanglah nasib kita,..

semuanya terpulang pada kita,  pada hati kita,.. tahap bagaimana keadaan hati kita,..adakah kita menjadikan hati kita itu bersih sehingga walau apa jua rintangan dalam hidup kita, dengan hati yang bersih itu kita mampu jadikan semua rintangan walau dalam apa bentuk pun ,..sebagai indah,..manis.. dilalui dengan penuh redho,..ikhlas, sabar dan hening,..maka seluruh kehidupan kita itu , akan menjadi indah,..walau apa ujiannya,..walau setiap anak yang kita ada allah ambil kembali,..walau suami memadukan kita bukan sekali, malah berkali-kali,..walau kerjaya kita tiada,..walau apa pun ujiannya,.. namun,..kerana kita menjadikan hati kita bersih ,..maka kita akan hidup bahagia,..

begitu jug s ebaliknya,..apbila kita tidak mampu membentuk hati yang bersih, maka hati akan kelam dan kotor, busuk dan berulat,..walau diuji dengan ujian yang paling sedikitpun ,..kita akan berkeluh kesah, merasa diri teraniaya,..merasa diri menjadi korban,,.merasa yang kita ini adalah mangsa keadaan… kita tidak redho..kita tidak ikhlas,..kita tidak sabar.. melalui satu perjalanan hidup yang tuhan kita sendiri yang telah tentukan..

maka jadilah kita hamba yang tidak sedar diri dan tak tahu diuntung,..

kalau kita merasa yang kita telah banyak berkorban.. maka itu adalah gambaran hati hamba yang sombong.. kita sombong pada tuhan yang mencipta kita, yang memberi kehidupan dan menetapkan taqdir kita , yang menetukan perjalanan hidup kita…

kita merasa kita tidak layak diperlakukan sebegitu..sebagaimana taqdir kita.. lalu, adakah kita ini yang sepatutnya menetukan kehidupan kita begini dan begitu? tidak sekali..kali..

kadang apa yang kita mahu, apa yang kita rancang,..bukan sahaja tidak menjadi malah terpesong jauh dari impian,.. lalu apa tindakan kita? apa reaksi kita? kita merancang untuk berkahwin dengan lelaki pilihan hati kita secara gemilang,.. mahu hidup bahagia,.. dikurnuiakan anak yang sihat dan comel,. tapi allah telah merancang kehidupan yang lain dari yang kita impikan itu,..

peerkahwinan kita bermasalah,.. anak – anak degil,..kita bekerja membantu suami, menjaga anak-anak, mengemas , memasak dan rutin harian yang sibuk,..setelah bersusah payah dengan suami… apabila mula merasa senang,..suami pula terpaut hati pada wanita lain,, lalu ambil keputuan berkahwin..

itu adalah perjalanan hidup yang allah tulis,.. lalu, adakah kita akan terima dengan redho? atau kita merasa kita menjadi mangsa?  adakah kita merasa yang kita telah banyak berkorban, tetapi pengorbanan kita itu tidak dihargai? kerana susah dengan kita bila senang mahu kahwin lagi?

ketahuilah,.. itulah ujiannya..

kalau kita gagal menerima nya dengan hati yang redho..maka termasuklah kita dalam golongan sombong di atas..

sedang firman allah dalam hadis qudsi; sekirana hambaKu tidak redho atas ketentuan Ku , maka carilah tuhan selain Aku..

walau apa pun jua,..ketentuan perjalanan hidup kita,..jangan sesekali anggap ia dari orang..dari insan lain..

sekiranya kita beranggapan begitu,..maka sangat silap pegangan itu..

kita difitnah oleh rakan seofis sehingga bos kita bencikan kita , ..lalu kita terpaksa bertukar kerja,..kita rasa sengsara kerana itu,..maka kita tidak redho..kita berdendam..lalu termasuklah kita dalam golongan orang yang sombong…merasa diri kita teraniaya dan sebagainya,.. sedang bukan begitu yang tersirat,.. fitnah oleh rakan seofis itu dan segala peristiwa rentetan darinya  itu.. dibenci oleh bos.. terpaksa bertukar kerja ,..itu semua adalah ujian tuhan .. (yang diberikan kepada kita melalui pilihan hidup rakan seofis tadi.. dia memilih untuk melalui jalan berdosa,.. ingat ..fitnah itu lebih besar dosanya dari membunuh,.. dan dia akan dihisab di akhirat nanti atas semua yang dilakukannya melaui pemilihan perjalanan hidupnya pula..) kita yang diuji melalui pemilihan rakan seofis itu,.. (yang memilih untuk memfitnah kita),..kita pula tak dapat terima,.. tidak redho.. sakit hati,..berdendam.. maka sia-sia sahaja ujian tuhan itu ,.. tiada pahala sabar, ikhlas , hening dan redho atas kita untuk ujian itu,.. sebaliknya kita juga berdosa malah mungkin dibenci tuhan kerana kita tidak mampu redho atas ketentuanNya itu..kalau kita pula bertindak seperi berkeluh kesah dengan semua orang atas fitnah rakan tadi,..mengumpat pula dia,..mengata- ngata dia.. tak sedar diri,.ingat dia baik sangat dan pelbagai lagi,..maka makin besarlah pula dosa kita atas ujian fitnah itu sahaja,.. sudahlah tak redho kita pula mengumpat dan mengadu domba dia…itu baru atas ujian fitnah sedang kita setiap masa dan saat diuji…lalu.. apa kesudahan cerita kita?

masih tidak mahu insaf? masih merasa sengsara..dan sebagainya?

itu kita sendirilah yang tentukan.. sama ada kita untung atau kita rugi..

hati kita milik allah,..namun yang menentukan reaksi hati bila berlaku sesuatu kejadian, peristiwa,..apa yang kita lakukan saat itu- tindakan semerta kita adalah berdasarkan pada keimanan kita…

tanpa mengira apa peristiwa itu,.. (ujian terlalu banyak),.. mungkin anak tunggal kita meninggal . tatkala kita mahu mendapatkannya,.. susah sekali,..bertahun menanti, pelbagai rawatan dilalui , akhirnya setelah bertahun , barulah dianugerahi allah permata hati kita itu,.. namun, baru 7 tahun mengenalinya, menatangnya bagai minyak yang penuh,.. tiba-tiba allah memanggilnya kembali ke pangkuanNYA..

apa reaksi semerta kita.. meraung? menangis.. mampukah kita redho?

kita bercinta sakan dengan suami,..mula-mula berkahwin dengannya hidup susah,..perabot apapun tiada,..kenderaan awam tulah kenderaan rasmi kita,..rumah sewapun yang paling murah di kawasan itu,..namun, apabila kerjaya mula berkembang,..kewangan mula stabil,..harta telah mula dimiliki,.. anak-anak mula membesar,..tiba-tiba suami berkahwin lagi..

apa reaksi semerta kita? apa tindakan kita? mengamuk sakan? baling pinggan mangkuk,..buang semua kain dan baju? mampukah kita redho?

inilah ketentuan keimanan di dada..

tiada alasan,.. terperanjat,..tak sangka..atau apapun..yang pasti..tindakan semerta kita itulah gambaran keimanan kita..

apatah lagi andai walau dah lama suami berpoligami,..kita masih bagai orang gila,..cemburu,..marah memburu,..dendam kesumat dan emosi negatif lainnya…

lalu, hati kita,..itulah yang perlu dipelihara..

andai belum , harapnya tidak,..namun hatilah yang perlu dipelihara… hati tempat jatuh pandangan allah… apatah lagi orang yang memang taqdirnya dimadukan…

andai kita melatah sakan dan mengamuk menggila,..itulah gambaran hati yang kotor,..andai tidak dapat redho,..membenci madu,..marahkan dan dendam baik pada suami mahupun madu,.. itulah gambaran hati yang busuk..

hati kita,.. pelajarilah bagaimana mahu membersihkannya.. ingatlah firman allah

dalam surah Asyura ayat 88 dan 89 yang bermaksud: Iaitu di hari harta dan anak-anak lelaki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

lalu,..jangan sesekali kecundang hanya kerana insan yang lemah seperti kita juga,..sementelah suami dan anak bukan milik kita.. mereka hnaya angugerah pinjaman allah  buat kita.. mungkin diberi kita pinjaman dalam tempoh yang lama,..mungkin hanya sebentar cuma,.. mungkin kita peminjam solo,..mungkin kita terpaksa berkongsi,..apapun aturan syarat pinjaman itu,..yang mencipta Nya sahajalah yang berhak tentukan,..

alangkah biadapnya kita sekiranya sudah lah tidak bersyukur atas pinjaman yang diberikan walau hanya untuk tempoh tertentu,..malah kita memberontak pula atas ketentuanNya sesudah itu..

lalu,..yang penting hati kita,.. peliharalah ia dan sucikannya sebelum kita terjerumus dalam golongan yang menderhaka kepada penciptaNya hanya kerana kita tidak mampu redho..

wallahu alam.. hidup berilmu, beramal,..ceria selalu

lupakan sahaja duka nestapa..

anggaplah ini semua permainan dunia.. dunia ini pula sudah tua.. gegar sana.. gegar sini.. ibarat orang tua yang sudah expired.. rumah kata pergi kubur kata mari..

akhirat sudah hampir..kiamat sudah dekat..

untuk apa hidup dalam sengsara ..

yang rugi adalah diri sendiri.,

suami memang sah bahagia.. lalu mengapa diri mahu sendu dan sedan?

hiduplah bahagia sebahagianya dengan redho dan sabar pada qada dan qadar allah..

istighfar, solat , puasa dan mengaji.. bina aura positif yang tebal mengelilingi diri.. jangan sesekali cemarkan aura itu dengan pemikiran yang negatif.. mengumpat orang.. menyimpan dendam,.. merasa marah terpendam.. sakit hati dan bagai..

hiduplah dengan merasakan laman kita lebih hijau dari laman orang.. pelangi kita lebih indah dari pelangi orang.. langit kita lebih biru dari langit orang.. mentari kita, sinarnya lebih terang dari mentari orang..

justeru hati sendu bertukar ria.. hati pilu jadi gembira.. kerana sesungguhnya, syurga menanti orang yang bahagia

hidup ini indah.. pada yang berpoligami, andai hati masih tidak dapat menerima kehadiran madu,.. maka perhatikan sahajalah perjalanan tanggung jawab  sendiri terhadap suami.. cuma jangan sesekali menyakitkan hati madu atau sesiapapun jua.. biarkan sahajalah urusan suami dan madu.. peliharalah urusan sendiri..

sudahlah anda tidak dapat menerima kehadhiran madu di dunia, lalu, jagalah perlakuan dan hati anda agar tidak sesekali memungkinkan yang anda berdosa padanya,.. jiklau tidak, di akhirat nanti, dia akan ambil pahala mu dan meletakkan pula dosa nya pada mu( kalau segala perlakuan baik kita dah habis diambil, dan masih ada baki dosa kita padanya, maka , kita akan menanggung dosanya sebagai ganti).. bukankah kalau itu berlaku, lagilah anda rugi.. sudahlah ‘diambilnya’  suami di dunia, diambil pula amal baik anda  diakhirat sana..

lalu, carilah jalan, untuk anda redho dengan ketentuan allah… nikmatilah hidup dengan penuh keimanan dan kebahagiaan.

hidup berilmu, beramal , ceria selalu

sekarang di blog dckk ada kisah poligami yang bahagia.. mudah-mudahan dengan membaca dan menghayati cerita sahabat kita tu tanpa ada prejudis di hati dapat membantu memahmi hukum allah ini.

lawatilah blog  http://blog.dcckmona.com/

moga dalam rahmat Allah sentiasa,

sebenarnya mimi silap tuh.. cuba tanya mana-mana lelaki, mereka mampu menyayangi ramai wanita.. andai dia bahagia dengan isteri pertama, dia juga boleh bahagia dengan mimi.. cumanya, bukakan hati untuk merasakan bahagia itu.. insyallah, ia akan bertakhta dlm jiwa.

apa yang perlu, jangan sesekali merasa hasad dan dengki pada anugerah nikmat orang lain.. cemburu itu mainan syaitan tapi hasad dan dengki adalah penyakit hati..

ia perlu dirawat dengan ikatan pada Allah.. insyaallah, wanita yang terikat hatinya pada allah, dia akan kembali kepada fitrah kejadiannya..

namun, apa yang berlalu jadikan iktibar,..mudah-mudahan jiwa tidak kecundang dalam hasutan syaitan durjana…

wallahu alam

Laman Berikutnya »