Dari Hawa Ke Hawa

Mac 30, 2009

berkeluh kesah vs syukuri nikmat dalam poligami

Filed under: Uncategorized — intanrohaida @ 3:00 am

“Sesungguhnya manusia itu dijadikan bertabiat resah gelisah (lagi bakhil kedekut)”. (Surah Al Maarij: 19).

sesungguhnya itulah sifat manusia yang selalu disuburkan walhal Allah mengurniakan kita akal dan fikiran agar semua yang mazmumah itu kita kikis dan buang terus dari diri. malang sekali andai kita teruskan memegang sifat berkeluh kesah dan kikir ini kerana sifat-sifat inilah yag akan mengheret kita ke dalam neraka jahannam, nauzubillah.

sebaliknya sifat mahmudah lawan sifat keluh kesah ini adalah mensyukuri nikmat. manakala untuk bersyukur pula, kita kekadang perlu sentiasa bermujahadah agar sifat itu terus kekal dalam jiwa .

Empat Rahasia Ahli Syukur

Semoga Allah Yang Maha AGONG, Maha Gagah , Maha Menguasai segala-galanya mengurniakan kepada kita hati yang bersih sehingga kita mampu menangkap hikmah di sebalik kejadian apapun yang kita lalui dan kita saksikan , karena penderitaan dalam hidup bukan karena kejadian yang menimpa tapi karena kita tertutup dari hikmah.

Allah menakdirkan apapun kepada hambaNYa dengan Maha Adil, tidak pernah menzalimi makhluk-makhluknya , kita
sengsara adalah karena kita yang menzalimi diri sendiri.

“Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, sesungguhnya ia telah membuka jalan
hilangnya nikmat dari dirinya. Akan tetapi barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka
sungguh ia telah memberi ikatan yang kuat pada kenikmatan Allah itu “

Lalu belajarlah bagaimana sentiasa mahu bersyukur. Dalam poligami contohnya, jangan berkeluh kesah akan takdir diri yang dimadukan suami, sebaliknya banyak syukur akan nikmat lain yang Allah berikan kepada kita, mungkin akan hakikat bahawa suami masih menyayangi kita dan berlaku adil.

ramai yang bila dimadukan suami, amat menderita dan tidak dapat menerima hakikat serta menyangka isteri kedua suami merampas kebahagiaan rumah tangga kita. kesilapan disini ada 2:

1. suami bukan milik kita, lalu tiada siapa yang merampas siapa. suami adalah nikmat anugerah Allah kepada para isteri, yang mana sekiranya kita syukuri akan nikmat suami, maka Allah akan tambah lagi nikmat itu melalui diri suami kita pada kita. syukuri nikmat suami termasuk redha akan taqdir Ilahi, bila redha, maka kita tidak akan sekali berkeluh kesah, dan kerehaan itu kit akan tunjukkan dengan cara kita melayan suami dengan lembut dan penuh kasih sayang yang ikhlas. yakinlah , andai kita menjadi hamparan bumi untuk suami maka dia akan jadi langit penaung untuk kita. Allah akan memasukkan mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga kita yag melimpah ruah, pandangan kita pada suami yang penuh cinta, akan dibalas dengan pandangan yang penuh cinta juga.

kerelaan kita yang menyambutnya ketika pulang ke pangkuan kita dengan penuh ikhlas dan mengiringi pemergiannya dengan setulus hati juga akan melahirkan aura cinta sejati dalam diri kita yang akan dapat dirasai terus dalam hati suami, lalu apa balasan yang kita akan terima andai aura cinta yang kita hantar? cinta dan kasih sayang yang melimpah ruah juga, lalu disini akan turut membincangkan kesilapan kedua dalam hal tanggapan isteri kedua perampas kebahagiaan .

2. kebahagiaan adalah milik hati kita yang diletakkan oleh Allah, tiada siapa yang boleh memberi kebahagiaan dan tiada siapa juga yang boleh merampas kebahagiaan kita. semuanya adalah hasil usaha tangan kita sendiri. kita yang membuatkan hati kita bahagia dan kita juga yang membuatkan hati kita menderita. bukan sesiapa.

Firman Allah SWT :

La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah
rezekimu)(QS. 14 ; 7)

(Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh
kemudaratan , maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.(QS . 16 ; 53)

(Dan terhadap Nikmat Tuhan-mu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)(QS . 93 ; 11)*

*(diambil dari kitab Al Hikam ; Syekh Ahmad Atailah)

Jadi setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu nikmat lainnya, kita sering
menginginkan nikmat padahal rahsia yang boleh mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang
ada , jangan sekali -kali kita lepaskan nikmat yang besar dengan tidak mensyukuri nikmat yang kecil.

Tidak usah risau terhadap nikmat yang belum ada , justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak kita
disyukuri, Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati:

La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah rezekimu)(QS. 14 ; 7)

Maka daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada lebih baik  kita fikirkan bagaimana nikmat yang ada mampu
disyukuri , sayangnya kalau kita mendengar kata syukur itu yang terbayang hanya makanan ,
padahal syukur itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.

Syarat yang pertama menjadi ahli syukur adalah hati tidak merasa memiliki , tidak  juga merasa
dimiliki kecuali yakin segalanya milik Allah SWT. andai yang ini berjaya kita terapkan dalam sanubari, banyak masalah jiwa terungkai, banyak permasalahan emosi terjawab.

Makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangannya, takut kehilangan adalah suatu
bentuk kesengsaraan , kita rasa yang suami milik kita, lalu kita akan sentiasa sengsara memikirkan kalau-kalau dia ada perempuan lain, bimbang kalau-kalau dia akan memadukan kita, kita sentiasa tak senang duduk, sentiasa resah dan bimbang. bahagiakah kita kalau begitu?

tapi kalau kita yakin semuanya milik Allah , maka  sebarang ketentuan Allah kita akan terima , sebab apa yang diberi kepada kita, baik suami mahupun anak , kita sedar bukan milik kita, milik Allah, lalu kalau dah milik NYA, kita tak berhak berkata sesuatu, contoh mudah,  bila kita meminjam baju adik kita, bila dia mahu mengambilnya kembali untuk dipakai sendiri atau dipinjam kepada orang lain , kita terpaksa akur, baju itu bukan milik kita. terpulang kepada tuannya untuk dibuat apa.

apabila sesuatu yang dipinjamkan kepada kita diambil oleh Allah, maka kita  tidak layak kita merasa kehilangan karena kita hanya meminjam. Makin merasa rezeki atau sesuatu itu  itu milik manusia, kita akan merasa berharap kepada manusia dan akan makin sengsara, senikmat-nikmat dalam hidup adalah kalau kita tidak berharap kepada mahkluk tetapi berharap hanya kepada Allah SWT.

Rahasia yang kedua ahli syukur adalah”orang yang selalu memuji Allah dalam setiap keadaan “,
kerana apa ? karena kalau dibandingkan antara nikmat dengan musibah tidak akan ada apa-apanya.

Musibah yang datang tidak setanding dengan samudera nikmat yang tiada bertepi  yang kita kecapi . apalah sangat musibah bermadu dengan nikmat menjadi isteri yang dijanji dengan Allah dengan jalan mudah memasuki syurgaNYA-:

Anas bin Malik meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w bersabda yang bermaksud: “Seorang wanita yang mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti dia akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (Riwayat Abu Nuaim)

Apa yang membuat kita menderita ? menderitanya kita kerana kita tamak kepada yang belum ada ,

ciri yang ketiga dari ahli syukur adalah memanfaatkan nikmat yang ada untuk menjadi dekat kepada
Allah
,

alkisah ada tiga penunggang kuda masuk kedalam belantara, ketika dia tertidur kemudian
saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua , betapa terperanjatnya mereka dan pada saat yang sama
dalam keadaan terkejut , ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut dan mengirimkan
kuda yang baru lengkap dengan perbekalan , ketika dikirimkan reaksi ketiga penunggang yang
hilang kudanya itu berbeza-beza ,

si-A terkejut dan berkata ” wah  hebat sekali kuda ni , bagus ototnya , bekalnya banyak pula !, dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah ini”.

Si-B , gembira dengan kuda yang ada dan berkata “wah ini kuda hebat , sambil berterima kasih kepada yang memberi , sikap C juga berbeza , ia berkata ” ini bukan kuda saya, ini kuda milik siapa ? yang ditanya menjawab ” ini kuda milik raja “,si-C bertanya kembali ” kenapa raja memberikan kuda ini ? dijawab ” sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu dengan sang raja”. dia gembira bukan karena bagusnya kuda , dia gembira karena kuda dapat
memudahkan dia dekat dengan sang raja.

si-A adalah manusia yang kalau diberi harta, motokar , rumah ,dan kedudukan sibuk dengan kendaraan itu , tanpa sadar bahwa itu adalah titipan . Orang yang paling bodoh adalah orang yang punya dunia tapi dia tidak sadar bahwa itu pinjaman Allah , yang B mungkin adalah model kita yang ketika senang kita mengucap Alhamdulillah, tetapi ahli syukur yang asli adalah yang ketiga yang kalau punya sesuatu dia berpikir bahwa inilah kendaraan yang dapat
menjadi asbab rapat dengan Allah SWT.

Ketika mempunyai rezeki dia mengucap Alhamdulillah , rezeki  inilah pendekat saya kepada Allah , dia
tidak berat untuk membayar zakat , dia ringan untuk bersedaqah , karena tidak akan berkurang harta dengan sedeqah.

Maka, jika kita ingin banyak wang ? sederhana saja rumusnya , pakailah wang yang ada untuk
berjuang di jalan Allah, jangan hairan jika rezeki datang melimpah ruah , mahukan rumah tangga yang penuh keberkatan, bukan masalah ukuran besar kecilnya rumah ,tetapi rumah yang nikmat adalah rumah
yang menjadi alat untuk mendekat kepada Allah , binalah  rumah apa pun, asal rumah itu tidak membuat kita
sombong , belilah acessories rumah  apa pun, asal yang membuat setiap tamu yang datang menjadi dekat kepada
Allah, bukan ingat kepada kekayaan kita, pasanglah hiasan yang mebuat tamu kita ingat kepada
kekuasaan Allah bukan kekuasaan kita , itulah rumah yang Insya Allah tenang dan barokah,

tapi kalau rumah dipakai untuk mempamer dan mengagongkan  kemewahan , potret-potretnya yang menjadikan kita lagho  kepada Allah , malah ujub, riya takabur , tidak usah hairan kalau  rumah itu semakin diminati pencuri, dan penghuninya tidak bahagia malah selalu berantakan.
Kesungguhan kita untuk mendidik anak lebih baik daripada, punya anak tetapi tidak tahu agama , lalu bagaimana anak itu akan memuliakan ibu bapanya ? ketika kita mati mereka hanya berebutkan harta warisan daripada ingat untuk mendoakan ibu bapanya.

Maka orang yang bersyukur yang adalah orang yang mendidik anaknya supaya dekat dengan Allah, di
dunia nama orang tuanya terbawa harum karena anaknya mulia , di kubur lapang kuburnya karena
doa anaknya , di akhirat Insya Allah akan terbawa asbab dimuliakan Allah karena barokah mendidik anak.
para isteri yang bersuami, baik poligami atau monogami, yang penting bukan status perkahwinan, jangan disibukkan hal yang remeh itu, tetapi yang penting adalah bagaimana menjadikan perkahwinan itu perkahwinan yang membawa kita ke syurganya, anak-anak hasil perkahwinan itu adalah anak-anak yamg soleh dan solehah. kita isteri yang diredhoi suami, matinya kita, syurga Allah menunggu, insyaallah.
Kunci syukur yang keempat adalah berterima kasih kepada yang telah menjadi jalan nikmat,
kita adalah termasuk dalam golongan orang yang mensyukuri nikmat andai kita banyak berterimakasih. terima kasih kepada suami yang selama ini banyak sekali jasanya kepada kita, memberi nafkah zahir dan batin, memudahkan kita, menaungi kita, mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepada kita, memastikan kita selamat, sentiasa membantu kita dalam apa hal sekalipun, pokoknya, dia sentiasa ada untuk kita.

ucapkanlah terima kasih kepadanya seikhlas hati kita. termasuk dalam mengucapkan terima kasih terhadap suami apabila kita mampu senyum padanya semasa hati kita terluka kerana perbuatan atau perkataannya, kita mampu melayannya dengan kelembutan dalam kelukaan hati kita apabila terbukti kita dimadukan, misalnya, dan kita buang rasa terluka itu untuk kita penuhi dengan rasa cinta padanya agar dengan rasa cinta itu, maka kita mampu patuh dann taat padanya tanpa berbelah bahagi dan dengan ketaatan itu kita meraih keredhaannya atas kesedaran kita bahawa redha suami itu adalah redha Allah dan syurga seorang isteri itu dibawah tapak kaki suaminya.

seorang isteri  disebut ahli syukur kalau dia tahu balas budi kepada suaminya , dimana-mana isteri sholehah itu harum namanya , tapi isteri durhaka tidak pernah ada jalan menjadi mulia , sebab kenapa ? kerana mereka tidak tahu balas budi. Benar suami kita tidak seideal yang kita harapkan , tetapi masalah kita bukan bagaimana sikap suami kepada kita , tetapi sikap kita kepada suami.

ingatlah , bahawa suami dan anak-anak itu  adalah titipan dari Allah , bukan milik sesorang , bukan milik isteri pertama , kedua atau seterusnya, suami itu tiada siapa pemiliknya selain Allah tapi kita , episod hidup kita telah termaktub dalan perancangan Allah dan hanya doa yang mampu mengubahnya.

Maka syukuri , jangan berkeluh kesah, berkeluh kesah, merasa derita dan sengsara, putus asa, kecewa tidak akan menyelesaikan masalah.Kita harus bangkit !!, diri kita, rumah tangga dan kerjaya kita  harus jadi ladang untuk menjadi  kepada Allah.

Dengan ada perasaan dongkol, sakit hati itu semuanya tidak akan menyelesaikan masalah tetapi
justru akan menambah masalah ,  daripada sibuk mempermasalahkan masalah lebih baik mari kita
sedikit demi sedikit menyelsaikan masalah, itulah namanya syukur nikmat.

Mudah-mudahan daripada kita memikirkan yang tidak ada dan yang hilang daripada kita , lebih baik mensyukuri yang ada.  wallahu alam.

hidup berilmu, ceria selalu.

About these ads

2 Komen »

  1. betul sekali nasehatnya. Trimakasih

    Komen oleh paperbag — April 12, 2009 @ 1:45 pm | Balas

  2. Betul, Poligami itu indah…
    Insya Allah masuk surga

    Komen oleh Perry Rahmat. S — Disember 6, 2009 @ 11:58 am | Balas


Suapan RSS untuk komen-komen bagi kiriman ini. TrackBack URI

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 226 other followers

%d bloggers like this: